by

Secercah Harapan di Ruko Nusa Indah: Cerita di Balik Antrean Pelamar MBG

BATAM (Mk.com) –  Puluhan sepeda motor terparkir rapi di depan Komplek Ruko Nusa Indah, Kecamatan Sei Beduk, Rabu (28/01/2026) pagi. Suasana yang biasanya tenang di Kelurahan Mangsang ini mendadak riuh. Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan orang—didominasi wajah-wajah muda dan para ibu—sudah berkumpul dengan satu tujuan yang sama: sebuah map biru di tangan dan harapan akan pekerjaan.

Gedung yang menjadi pusat perhatian itu adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Prabu 08 Mangsang. Meski baru direncanakan resmi beroperasi pada awal Februari mendatang, tempat ini sudah menjadi magnet bagi warga pencari kerja di Batam melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).


“Mencari Kerja Itu Sulit”
Di tengah kerumunan, Anggun, seorang gadis berusia 19 tahun, tampak menggenggam berkasnya dengan erat. Baginya, lowongan sebagai relawan ini bukan sekadar mengisi waktu, melainkan kesempatan berharga di tengah sempitnya lapangan pekerjaan saat ini.

“Tentunya saya sangat senang, apalagi saat ini sangat sulit mencari kerja,” ungkap Anggun dengan nada optimis. Meski harus bersaing dengan ratusan pelamar lainnya untuk posisi seperti helper hingga ahli gizi, ia tetap teguh mengikuti alur wawancara yang berlangsung hari itu juga.


Senada dengan Anggun, Fitry Yanti Siraid, seorang ibu rumah tangga, melihat kehadiran program MBG ini sebagai angin segar bagi ekonomi keluarga menengah ke bawah. “Ini sangat membantu dan memberikan harapan bagi ibu rumah tangga untuk bisa ikut bekerja dan membantu perekonomian,” ujar fitri.

Melebihi Ekspektasi
Kesibukan luar biasa ini diakui langsung oleh Syarifah Nomawati, perwakilan Prabu Center 08 Kota Batam. Ia tak menyangka antusiasme masyarakat akan sebesar ini. Proses penerimaan lamaran yang dibarengi dengan wawancara langsung memang cukup menguras energi timnya.
“Jumlah calon relawan yang datang melampaui ekspektasi kami,” tutur Syarifah di sela-sela kesibukannya memantau seleksi.

Meskipun kuota yang tersedia terbatas—mulai dari 1 orang ahli gizi hingga 36 orang helper—pihaknya berkomitmen menjalankan seleksi sesuai standar operasional yang ketat. Syarifah pun menyampaikan permohonan maaf bagi mereka yang nantinya mungkin belum bisa bergabung.

“Mudah-mudahan semua berjalan lancar. Bagi yang belum diterima, saya mohon maaf dan semoga segera mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik,” imbuhnya penuh empati.

Peluang yang Terbuka Bagi warga Sei Beduk, khususnya di wilayah Mangsang, Duriangkang, dan Tanjung Piayu, lowongan ini adalah pintu yang terbuka lebar. Berikut adalah rincian kebutuhan relawan di Dapur BGN , Tenaga Ahli & Dapur: Ahli Gizi (1), Koki Masakan (3), Koki Nasi (2). Pendukung: Helper (36), Driver (2), Security (2).
Dengan persyaratan yang cukup inklusif bagi lulusan SMA hingga S1, SPPG Prabu 08 Mangsang tidak hanya sekadar menjadi dapur penyedia gizi, tetapi juga menjadi dapur harapan bagi ratusan warga Batam yang tengah berjuang meningkatkan taraf hidupnya.(Ham)