BATAM (Mk.com) – RS Awal Bros Batam berhasil melakukan operasi pemasangan alat pacu jantung pada bayi baru lahir untuk pertama kalinya di Provinsi Kepulauan Riau. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu lahir pada usia kehamilan 36 minggu dengan berat 2.700 gram dan terdiagnosis Congenital Atrioventricular Block (CAVB), yakni kelainan listrik jantung bawaan yang menyebabkan denyut jantung hanya 45–70 kali per menit, jauh di bawah batas normal bayi yang seharusnya mencapai 120–160 kali per menit.

Kondisi CAVB mengharuskan pemasangan alat pacu jantung segera setelah bayi lahir. Keluarga pasien dihadapkan pada dua pilihan, melahirkan di Jakarta dengan fasilitas lebih lengkap, atau tetap di Batam dengan risiko bahwa prosedur ini belum pernah dilakukan sebelumnya di rumah sakit tersebut. Keluarga memilih tetap di Batam dengan mempertimbangkan keterbatasan akses dan risiko perjalanan jauh bagi bayi dengan kondisi jantung kritis.
Persalinan ditangani oleh dr. Yanuarman, Sp.OG, KFM, yang sejak awal memantau perkembangan janin dan mengkoordinasikan persiapan tim lintas spesialis sebelum bayi lahir. Begitu bayi lahir, penanganan langsung beralih ke dr. Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp. A (K) yang memastikan kondisi bayi tetap stabil di ruang NICU sebelum dan sesudah tindakan operasi.
Operasi berlangsung kamis 9/04/2026 tersebut kurang lebih dua jam dan berjalan tanpa komplikasi. Alat pacu jantung miniatur ditanam di dinding perut bayi oleh dr. Victor Jesron Nababan, Sp.BTKV. Subsp.VE(K), (KT-JD) dan dr. Darma Satria, MSi., M.Ked.Klin., Sp.BTKV spesialis bedah toraks dan kardiovaskular yang memimpin tindakan inti.
Pasca operasi, bayi dirawat di ruang NICU yang dilengkapi inkubator, monitor tanda vital, ventilator, dan Bubble CPAP. Kondisi bayi kini dinyatakan stabil dengan denyut jantung mencapai 110 kali per menit, refleks minum kuat, dan tidak ditemukan komplikasi lanjutan.
Direktur RS Awal Bros Batam, dr. Widya Putri, MARS, menyebut keberhasilan ini bukan kebetulan, melainkan hasil kerja tim yang terkoordinasi.
“Satu pasien, empat spesialis, satu tujuan, itulah yang terjadi di sini. Kasus sekompleks ini berhasil karena dokter spesialis kebidanan dan kandungan, spesialis anak, dan dua spesialis bedah toraks dan kardiovaskular bekerja sebagai satu tim sejak sebelum bayi lahir. Ini yang ingin terus kami bangun, bukan hanya fasilitas, tapi kompetensi terpadu yang membuat pasien tidak perlu jauh-jauh mencari penanganan untuk kasus yang sesungguhnya bisa diselesaikan di Batam,” ujar dr. Widya.
CAVB merupakan kondisi langka yang terjadi ketika sinyal listrik antara bilik atas dan bawah jantung terganggu secara permanen. Tanpa intervensi, kondisi ini berisiko menyebabkan gagal jantung dan kematian pada bayi baru lahir. Di Indonesia, kasus seperti ini umumnya hanya ditangani di rumah sakit tersier di kota besar dan keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kasus kompleks tidak selalu harus pergi jauh, karena tim yang tepat kini sudah ada di Batam.(r)








Comment