BATAM (Mk.com) – Pemerintah Kota Batam kembali mencatatkan capaian membanggakan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang diselenggarakan di Palembang, Sabtu (25/4/2026).
Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja Pemerintah Kota Batam dalam kategori penurunan kemiskinan dan stunting. Dalam pemeringkatan wilayah Sumatera, Batam masuk dalam jajaran daerah terbaik bersama Kota Sungai Penuh dan Kota Pekanbaru.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, serta disaksikan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian.
Wali Kota Batam menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di Kota Batam. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja pembangunan daerah.
“Capaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat Batam. Ke depan, kami akan terus menghadirkan berbagai terobosan untuk mendorong kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri menekankan bahwa penghargaan ini bertujuan untuk mendorong terciptanya kompetisi yang sehat antar pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja pembangunan.
Ia juga menyampaikan bahwa dari total 552 pemerintah daerah di Indonesia yang terdiri atas 38 provinsi, 98 kota, dan 419 kabupaten, tantangan pembangunan nasional masih memerlukan kerja keras dan inovasi berkelanjutan.
“Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu bagi daerah untuk terus meningkatkan kinerja. Bagi yang telah meraih capaian, agar terus dipertahankan dan ditingkatkan, sementara bagi yang belum, agar semakin termotivasi untuk berbenah,” ungkapnya.
Pemberian penghargaan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, khususnya terkait pemberian insentif fiskal kepada daerah yang menunjukkan kinerja unggul.
Adapun indikator penilaian dalam ajang ini meliputi empat aspek utama, yaitu pengendalian inflasi, penurunan tingkat pengangguran, penurunan kemiskinan dan stunting, serta inovasi dalam pembiayaan pembangunan daerah. (*)
