BATAM (Mk.com) – Pemerintah Kota Batam memastikan calon peserta didik yang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) tetap dapat mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir apabila anaknya belum memiliki KIA saat proses pendaftaran berlangsung.
“Bagi yang sudah memiliki KIA dapat mengunggah dokumen tersebut. Sementara yang belum memiliki KIA, kolom tersebut dapat diabaikan. Tidak ada anak yang kehilangan hak mendapatkan pendidikan hanya karena belum memiliki KIA,” ujar Rudi, Rabu (3/6/2026).
Meski KIA tercantum dalam daftar persyaratan, Dinas Pendidikan Kota Batam memberikan kelonggaran bagi calon peserta didik yang belum memilikinya. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan layanan pendidikan yang inklusif dan mudah diakses seluruh masyarakat.
Untuk mendukung kelancaran proses pendaftaran, Pemko Batam juga menyiapkan posko pelayanan di setiap sekolah. Posko tersebut akan membantu orang tua maupun wali murid yang mengalami kendala dalam mengakses sistem atau mengunggah dokumen persyaratan.
Rudi menjelaskan, pendaftaran SPMB jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui jalur afirmasi dan prestasi dibuka pada 8–13 Juni 2026, dengan pengumuman hasil seleksi pada 16 Juni 2026.
Selanjutnya, pendaftaran jalur domisili dan mutasi berlangsung pada 17–23 Juni 2026, sedangkan hasil seleksi diumumkan pada 25 Juni 2026.
Seluruh tahapan SPMB dilaksanakan secara daring melalui sistem yang telah disiapkan Dinas Pendidikan Kota Batam. Sistem pendaftaran akan dibuka selama 24 jam sehingga dapat diakses kapan saja oleh masyarakat.
Karena proses dilakukan secara online, orang tua diminta menyiapkan seluruh dokumen persyaratan sejak dini. Berkas yang diperlukan harus dipindai dan diunggah ke dalam sistem saat pendaftaran berlangsung.
“Dengan sistem yang lebih mudah dan fleksibel, kami berharap seluruh calon peserta didik dapat mengikuti proses SPMB dengan lancar serta memperoleh akses pendidikan yang merata,” kata Rudi.(*)
